“DESIGN PROGRAM PELATIHAN “SATPAM”
SASARAN PELATIHAN
Sasaran
peserta pelatihan ini adalah untuk orang-orang yang lulus dari sekolah menengah
atas atau sekolah kejuruan berlaku untuk Pria ,pelatihan ini dibagi menjadi
tiga gelombang pelatihan dan setiap gelombang terdiri dari 80 peserta,
pelatihan ini dilakukan di DKI Jakarta.
Pendaftaran
:
Melalui email : aditgalih1@gmail.com atau
telf : (0899) 3761*** dengan mengirimkan biodata diri lengkap dan nomor bukti
transfer Bank/ATM. Akomodasi biaya pembayaran pelatihan sebesar Rp.450.000. Akomodasi
peserta dibayarkan melalui transfer Bank/ATM ke Nomor Rekening xx xx xx xx xx Mandiri Cabang Jakarta timur a.n. adithya
galih purnomo.
TEMA YANG MENJADI FOKUS
PELATIHAN
Pelatihan
yang dilakukan nanti dapat dievaluasi dan dapat bertujuan sebagai berikut :
1.
Reaksi, organisasi mengevaluasi tingkat dari reaksi para peserta
latihan dengan mengadakan wawancara atau dengan memberikan kuesioner kepada
para peserta pelatihan, pengukuran reaksi biasanya terfokus pada perasaan para
partisipan terhadap subyek penelitian dan pelatih, saran perbaikan dalam
program, dan tingkat bantuan terhadap pelaksanaan pekerjaan mereka secara lebih
baik.
2.
Belajar, tingkat belajar dapat dievaluasi dengan mengukur seberapa baik
peserta pelatihan telah mempelajari fakta-fakta, ide-idde, konsep, teori serta
sikap. Tes terhadap materi pelatihan adalah cara yang umum digunakan untuk
mengevaluasi proses belajar dan dapat dibeerikan baik sebelum maupun sesudah
pelatihan untuk membandingkan skornya.
3.
Perilaku, mengevaluasi pelatihan dalam tingkatan perilaku melibatkan.
Mengukur dari efek pelatihan kepada kinerja akerja melalui wawancara para
peserta pelatihan dan rekan kerja mereka, Mengobservasi kinerja mereka.
4.
Hasil, pengusaha mengevaluasi hasil-hasil dengan mengukur efek
pelatihan pada pencapain tujuan-tujuan organisasi. Oleh karena hasil seperti
produktivitas, tingkat keluar masuk karyawan, kualitas waktu, jumlah penjualan
dan biaya-biaya adalah relatif kongkret,jenis evaluasi ini dapat dilakukan
dengan membandingkan catatan-catatan sebelum dan setelah pelatihan.
TUJUAN
PELATIHAN.
Tujuan kegiatan
pelatihan ini adalah sebagai upaya untuk
meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan satuan pengamanan yang
professional dan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan teknis
mengerjakan pekerjaan serta meningkatkan keahlian, kecakapan memimpin dan
kemampuan pengambilan keputusan.
Tujuan Umum
1. Peserta
termotivasi untuk belajar mereka harus sadar bahwa tingkat keterampilan
atau pengetahuan atau perilaku mereka perlu ditingkatkan jika mereka akan melaksanakan
pekerjaan mereka dan kepuasan lain.
2. Peserta diberi bimbingan tentang yang harus
mereka pelajari dan umpan balik atas apa yang sedang mereka lakukan.
3. Pelajaran adalah suatu proses aktif
4. Pelatih mendengarkan karyawan untuk
memahami apa yang mereka inginkan dan perlukan.
5. Pelatih mengadopsi sutau pendekatan
bersifat membangun, berdasarkan kekuatan dan pengalaman.
Tujuan Khusus
1. Menganalisis kebutuhan pelatihan
organisasi, yang sering disebut need analysis
atau need assesment.
2. Menentukan sasaran dan materi program
pelatihan
3. Menentukan metode pelatihan dan
prinsip-prinsip belajar yang digunakan.
4. Mengevaluasi program pelatihan.
JADWAL TRAINING
Pelatihan dan Pendampingan Penelitian Tindakan Pelatihan dilaksanakan
secara berkala dan berkelanjutan setiap 9 (sembilan) bulan sekali.
Kegiatan
di lakukan di Gedung sasana krida pusaka, cilangkap,Jakarta timur
|
Gelombang
|
Waktu Pelaksanaan
|
Jumlah Peserta
|
|
I
|
Minggu
ke-4 November 2015 s/d Minggu ke-4 agustus 2016 (2Bln)
|
80
|
|
II
|
Minggu
ke-4 agustus s/d Minggu ke-4 mei 2012 (2Bln)
|
80
|
|
III
|
Minggu
ke-4 mei s/d Minggu ke-4 februari 2013 (2Bln)
|
80
|
METODE TRAINING
Pelaksanaan kegiatan pengembangan harus didasarkan
pada metode-metode yang telah ditetapkan di dalam program pengembangan yang
bersangkutan. Metode-metode pengembangan tersebut disusun berdasarkan sasaran
yang hendak dicapai, yaitu untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan teknis
mengerjakan pekerjaan serta meningkatkan keahlian, kecakapan memimpin dan
kemampuan pengambilan keputusan.
Metode-metode
pelatihan menurut Andrew F. Sikula dalam malayu S.P. Hasibuan (2000 : 77):
1. On the job (praktek Kerja). Pada metode ini peserta pelatihan langsung bekerja
ditempat untuk belajar dan meniru suatu pekerjaan dibawah bimbingan seorang
pengawas, metode ini mempunyai kelebihan karena memberi motivasi besar kepada
para peserta untuk belajar. Keberhasilan metode ini sepenuhnya tergantung
kepada para penatar. Metode pelatihan dibedakan dalam dua cara yaitu : (1) cara
informal, yaitu pelatih menyuruh peserta pelatihan untuk memperhatikan orang
lain yang sedang melakukan pekerjaan, kemudian ia diperintah untuk
mempraktekkannya.(2) cara formal, yaitu supervisor menunjuk seseorang karyawan
senior untuk melakukan pekerjaan tersebut, selanjutnya para peserta pelatihan
melakukan pekerjaan sesuai dengan cara-cara yang dilakukan karyawan senior.
2. Vestibule (Ruang Depan). Yaitu metode pelatihan yang dilakukan didalam
kelas, yang biasanya diselenggarakan oleh perusahaan industri untuk
memperkenalkan pekerjaan kepada karyawan baru dan melatih mereka memperkenalkan
pekerjaan tersebut.
3. Demonstration and example (Demontrasi dan contoh). Merupakan metode pelatihan
yang dilakukan dengan cara peragaan dan penjelasan bagaimana cara-cara
melakukan suatu pekerjaan melalui contoh atau percobaan yang didemontrasikan.
Biasanya dilengkapi dengan kuliah, gambar-gambar, video dan sebagainya.
4. Simulation (simulasi). Simulasi merupakan suatu teknik untuk mencontoh
semirip mungkin terhadap konsep sebenarnya, dari pekerjaan yang akan dijumpai.
Melalui simulasi dilakukan penampilan situasi atau kejadian semirip mungkin
dengan situasi yang sebenarnya, walaupun itu hanya merupakan tirun saja.
5. Apprenticeship
(Kewirausahaan). Apprenticeship atau yang lebih dikenal
dengan istilah magang adalah suatu cara untuk mengembangkan keterampilan
sehingga para karyawan dapat mempelajari segala aspek dari pekerjaannya.
6. Classroom methods (metode kelas). Lecture (ceramah kuliah), melalui
metode ini diberikan ceramah atau kuliah kepada peserta yang banyak didalam
sebuah kelas. Pelatih memberikan teori-teori yang diperlukan, sementara yang
dilatih mencatat dan mengapreasikannya.
7. Confrence (rapat) dengan metode ini pelatih memberikan suatu
makalah tertentu dan peserta ikut berpartisipasi memecahkan masalah tersebut.
Peserta juga harus menggunakan gagasan-gagasan, saran-sarannya berdiskusi dan
memberikan kesimpulan.
8. Program instruksi, merupakan bentuk training dimana peserta
dapat belajar sendiri, karena langkah-langkah pengerjaannya sudah diprogram
melalui komputer, buku-buku petunjuk, pedoman-pedoman atau mesin pengajar.
Program instruksi meliputi pemecahan informasi kedalam beberapa bagian kecil
sehingga dapat dibentuk program pengajaran yang mudah diahami dan saling
berhubungan.
9. Studi kasus, melalui metode ini pelatih memberikan suatu kasus
kepada peserta. Kasus tidak disertai dengan data yang lengkap karena sengaja
disembunyikan. Tujuanny agar peserta terbiasa mencari data/informasi dari pihak
eksternal dalam memutuskan suatu kasus yang dihadapinya.
10. Role playing, metode ini dilakukan dengan menunjuk beberapa
orang untuk memainkan suatu peranan didalam sebuah organisasi tiruan. Misalnya
hubungan antara atasan dengan bawahan dalam situasi tertentu, cara-cara
memberikan hukuman dan sebagainya.
11. Diskusi, melaui metode ini pesert dilatih untuk berani
memberikan pendapat dan rumusannya, serta cara-cara meyakinkan orang lain agar
percaya terhadap pendapat itu. Disamping itu peserta juga dilatih untuk
menyadari bahwa tidak ada rumusan yang mutlak benar, sehinga demikian ada
kesediaan untuk menerima penyempurnaan dari orang lain, menerima informasi dan
memberikan informasi.
12. Seminar, Seminar bertujuan untuk mengembangkan kecakapan
dan keahlian peserta dalam menilai dan memberikan saran-saran yang konstruktif
mengenai pendapat orang lain. Peserta dilatih dalam mempersepsi dan
mengevaluasi memberikan saran-saran, menerima atau menolok pendapat orang lain.
INTI MATERI
|
No.
|
Materi
|
Nara Sumber
|
|
1
|
Pengembangan
Kemampuan Melakukan Tindakan Reflektif untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran
tentang Kedisiplinan satpam.
|
Kepolres Jakarta timur
.
|
|
2
|
Hakikat, Karakteristik,
Tujuan, dan Manfaat dari Keamanan lingkungan kerja.
|
Kepala Dinas
Perhubungan DKI Jakarta
|
|
3
|
Prosedur
Keselamatan dan Penyelesaian masalah pada orang asing pembuat onar
|
Prof.Dr.H,yanto
kabel Mm
|
|
4
|
Membuat Prosedur utama keamanan lingkungan kerja
|
DR.oedin nidoe,
M.Psi.
|
|
5
|
Penulisan buku
panduan menjadi satpam telapan.
|
Prof.Dr.H apoyo
poyo kinyis kinyis, Msi.
|
Pelaksanaan
pelatihan seperti dikemukakan di atas sangat tergantung atau berkaitan erat
dengan dua kegiatan Manajemen SDM lainnya. Kedua kegiatan itu adalah analisis
pekerjaan ( yang menghasilkan deskrifsi dan atau spesifikasi pekerjaan)
Kegiatan penilaian pekerjaan. Dari analis pekerjaan telah dimiliki gambaran
tentang tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh para pekerja dalam bidang
kerja atau jabatannya, yang harus dilaksanakan secara efektif, efisien dan bertanggung
jawab. Apabila satpam tersebut belum mempunyai kemampuan ( pengetahuan,
keterampilan) untuk melaksanakan sesuai tolok ukur didalam hasil analisis
pekerjaan, maka sangat diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pelatihan.
Demikian pula apabila telah dilakukan kegiatan penilaian karya, sangat ternyata
ditemukan terdapat berbagai kelemahan dalam melaksanakan pekerjaan, maka
diperlukan usaha melaksanakan kegiatan pelatihan.
Dari
uraian-uraian diatas berarti program pelatihan dapat didesain untuk meningkatkan
kemampuan kerja para satpam di perusahaan’’ luar negeri, baik secara
individual, kelompok, maupun sebagai kegiatan organisasi. Secara keseluruhan.
Khusus untuk pelatihan Individual beberapa cara yang dapat ditempuh adalah
dalam bentuk magang, mengikuti tugas belajar dengan biaya perusahaan/organisasi
lainnya.
Sumber
: Oemar
Hamalik (2007) Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan, Pendekatan Terpadu
Pengembangan sumber Daya Manusia. Jakarta : Penerbit Bumi Aksara.
Malthis, Robert L. dan Jacson,
John H (2002) ., Manajemen Sumber Daya Manusia. Salemba empat. Jakarta.
http://internationalelitesecurity.com/category/pengetahuan-dasar-satpam/